Meminta bantuan Dewan Keamanan PBB adalah kebodohan

Sejak 28 Desember 2008, tentara Yahudi Israel “laknatullah” membombardir kawasan Jalur Gaza, Palestina dengan menggunakan pesawat-pesawat dan tank-tank secara brutal dan terus-menerus dan kadangkala secara sporadis. Dan kita sebagai seorang Muslim pasti sangatlah sedih melihat kenyataan seperti ini terjadi, melihat saudara se-Muslim kita dengan begitu biadab dibantai oleh tentara Israel dengan pesawat-pesawat pengebomnya dan tank-tank berlapis baja yang bergerak melalui jalur darat dengan “alasan” mencari milisi HAMAS. Tapi ternyata yang mereka cari dan mereka tembaki bukan hanya milisi HAMAS tapi juga rakyat sipil yang sebagian besarnya adalah anak-anak dan wanita. Sampai saat ini ratusan orang telah syahid dan ribuan orang terluka karena kedzaliman bangsa keturunan kera tersebut
Rasa sedih kita sebagai seorang Muslim telah dikemukakan oleh Rasulullah SAW sejak 14 abad silam dalam haditsnya,:
Rasulullah SAW bersabda, “Perumpaan persaudaraan orang mukmin itu adalah ibarat satu tubuh. Jika satu anggota tubuh merasa sakit, maka anggota tubuh yang lainnya juga merasa sakit.” (Al-Hadits)
Berbagai cara dilakukan oleh masyarakat di Indonesia mengenai agresi Israel tersebut. Sebagian besar masyarakat hanya bisa mengutuk dan mengecam tindakan kedzaliman Israel. Ada yang mengirimkan relawan untuk membantu memerangi Israel. Ada juga yang mengirmkan tenaga medis untuk merawat korban luka-luka akibat agresi tersebut.
Tapi yang paling bodoh adalah dengan meminta Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membantu menghentikan serangan Israel kepada Palestina. Mengapa saya katakan bodoh? Perlu kita ketahui bahwa ketua dari Dewan Keamanan PBB adalah Amerika Serikat yang notabene adalah “sahabat karib” bagi Israel. Secara logika yang mudah diibaratkan seperti ini: Jika kita memiliki seorang musuh, apakah kita akan meminta bantuan atau menjadi teman dari sahabat musuh kita? Lalu, jika anda diposisi sahabat musuh anda, apakah anda akan membantu musuh dari sahabat anda?
Dengan pertanyaan yang mudah seperti ini, saya harap anda memahami maksud saya dengan mengatakan bahwa meminta bantuan Dewan Keamanan PBB adalah cara paling bodoh untuk menanggapi kasus pembantaian Israel terhadap Palestina. Selain itu, meminta bantuan Dewan Keamanan PBB yang notabene adalah orang-orang kafir itu diharamkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi para pemimpin; sebagian mereka adalah pemimipin bagi sebagian yang lain. Siapa saja diantara kalian mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang dzalim.” (QS. Al Maidah (5) : 51)
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil teman kepercayaan kalian dari orang-orang yang diluar kalangan kalian (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemadaratan terhadap kalian. Mereka menyukai apa saja yang menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa saja yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi.” (QS. Ali Imran (3) : 118)
Bukankah sudah cukup firman dari Allah SWT untuk tidak menjadikan Dewan Keamanan PBB sebagai tempat meminta tolong menyelesaikan permasalahan kedzaliman Israel terhadap bangsa Palestina. Karena Allah adalah tempat dimana seharusnya kita meminta pertolongan menghadapi kedzaliman Israel “laknatullah”.
“Orang-orang yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (QS. Ali Imran (3) : 173)
Selain meminta pertolongan Allah, kita pun harus menyerukan kepada para pemimpin negeri kaum Muslim di dunia untuk mengirimkan pasukannya untuk menyerang kembali tentara Israel, karena jika hanya mengirimkan tenaga medis saja itu tidak cukup untuk menghentikan agresi Israel. Dan perlu kita ingat bahwa masalah Palestina ini bukan hanya masalah Palestina saja atau masalah bangsa Arab saja, tapi ini adalah masalah bagi seluruh Muslim di dunia.
Tapi sayang dalam Undang-Undang Positif di Indonesia tidak memperbolehkan negeri kita ini mengirimkan TNI untuk membantu rakyat Palestina, seperti yang dikatakan oleh Ketua DPD RI Ginanjar Kartasasmita saat ditanyakan mengenai kemungkinan pengiriman TNI Ke Palestina, “Hal itu tidak dapat dilakukan karena undang-undang yang berlaku di Indonesia tidak memungkinkan untuk mengerahkan TNI keluar wilayah Indonesia untuk tujuan perang kecuali kalau wilayah Indonesia yang diserang.”
Kalau seperti ini, bukan hanya TNI saja yang tidak bisa membantu saudara sesama Muslimnya di Palestina, tapi juga para relawan dari rakyat sipil yang ingin berjihad membantu saudara kita di Palestina. Ya, Allah aku yakin bahwa pertolongan-Mu pasti akan datang untuk menghentikan serangan Israel selamanya. [] Muhamad Salman Nasir

No comment »

Daftar Kedzaliman Israel “Laknatullah”

1. Pembantaian Yehida, 1947 : 13 tewas.
2. Pembantaian Khisas, 1947 : 10 tewas.
3. Pembantaian Qazaza, 1947 : 5 anak-anak tewas.
4. Pembantaian di Deir Yassin, 9 April 1948 : Selama serangan ini, wanita-wanita dicabik perutnya dengan bayonet, anggota tubuhnya dipotong-potong, dan lainnya diperkosa. Sekitar 52 orang anak-anak disayat-sayat tubuhnya di depan ibunya, lalu mereka dibunuh secara keji. Lebih dari 280 warga Palestina syahid di tangan Zionis Israel.
5. Pembantaian Hotel Semirami, 1948 : 19 tewas.
6. Pembantaian Naser Al Din, 1948 : Sekelompok teroris Zionis berpakaian tentara Arab menembaki penduduk kota yang meninggalkan rumahnya untuk menyambut mereka. Hanya 40 orang yang lolos dari pembunuhan ini, dan desa tersebut terhapus dari peta.
7. Pembantaian Tantura, 1948 : 200 tewas.
8. Pembantaian Mesjid Dahmash, 1948 : 100 tewas. Sekitar 60.000 orang Palestina keluar dari negerinya, dan 350 orang lebih tewas dalam perjalanan karena keadaan kesehatan yang parah.
9. Pembantaian Dawayma, 1948 : 100 tewas. Sebagian besar yang terbunuh tengah berada di Masjid untuk melakukan Shalat Jum’at. Wanita-wanita Palestina diperkosa selama serangan ini, sementara rumah-rumahnya diledakkan dengan dinamit, padahal ada orang di dalamnya.
10. Pembantaian Houla, 1948 : 85 tewas. Tentara Israel memaksa 85 orang untuk masuk ke dalam sebuah rumah, kemudian rumah itu dibakar. Setelah itu, sebagian besar warga yang merasa takut melarikan diri ke Beirut. Dari 12.000 penduduk asli Houla, hanya 1200 orang yang tersisa.
11. Pembantaian Salha, 1948 : 105 tewas. Setelah penduduk suatu desa dipaksa masuk ke Masjid, orang-orang tersebut dibakar hingga tak seorang pun yang tersisa hidup-hidup.
12. Pembantaian di Qibya, 1953 : 96 tewas. Sebagian mengalami luka tembak di belakang kepala, dan banyak yang tanpa kepala. Bersama orang-orang yang tewas di bawah reruntuhan rumah mereka, banyak wanita-wanita dan anak-anak tak berdosa yang juga dibunuh secara brutal.
13. Pembantaian Kafr Qasem, 1956 : 49 tewas.
14. Pembantaian Khan Yunis, 1956 : 275 tewas.
15. Pembantaian di Kota Gaza, 1956 : 60 tewas.
16. Pembantaian Fakhani, 1981 : 150 tewas.
17. Pembantaian Sabra dan Shatila, Lebanon, 1982 : Merenggut nyawa lebih dari 3.000 warga Palestina. Arsitek pembantaian itu adalah Ariel Sharon yang bekerja sama dengan kelompok Phalangis Kristen Lebanon, (Catatan : Setelah Perang 1967, Sharon menyebabkan 160.000 orang Palestina meninggalkan Yerusalem Timur dan menjadi pengungsi. Ketika Sharon menjadi penanggung jawab di Jalur Gaza, 16.000 orang diusir kedua kalinya.)
18. Pembantaian di Masjid Aqsa, 1990 : 11 syahid dan 800 terluka.
19. Pembantaian di Masjid Ibrahimi, 1994 : Lebih dari 50 orang tewas dan 300 orang luka-luka.
20. Pembantaian Qana, 1996 : 109 tewas. Pemandangan mengerikan karena pembantaian ini, termasuk anak-anak yang dipenggal kepalanya, tidak akan pernah terlupakan.

Contoh-contoh yang disebutkan di atas hanyalah pembantaian ketika banyak orang-orang Palestina kehilangan jiwanya dalam satu hari saja. Di luar ini, puluhan orang dibantai setiap harinya selama puluhan tahun, bahkan hingga detik ini. Ironisnya, selama itu pula para penguasa Arab dan Muslim hanya diam, bahkan sebagiannya bersekongkol dengan Israel dan Amerika. Dan bahkan mereka menganggap bahwa kedzaliman Israel terhadap Palestina itu adalah urusan dalam negeri Palestina, mereka tidak berani mengirimkan pasukan untuk menghadapi pasukan Israel “Laknatullah” dan hanya memberikan kecaman dan kutukan terhadap agresi Israel tersebut. Dan perlu kita ketahui bahwa dalam hadits disebutkan bahwa :
Dari Abu Sa’id Al Khudri ra. berkata : Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “ Barangsiapa diantara kalian melihat suatu kemungkaran hendaklah ia mengubah dengan tangannya, jika tidak mampu, maka dengan lisannya, dan jika ia masih mampu, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim)

Dari perlu kita ketahui bahwa penguasa negeri kaum Muslim memiliki kemampuan untuk mengubah kedzaliman Israel dengan mengirimkan pasukan untuk memerangi Israel, tapi mereka seperti seorang “banci” yang hanya bisa mengutuk dan mengecam. Seperti contoh adalah Mesir yang memiliki 450.000 tentara dan 200 pesawat F-16, belum lagi negeri-negeri kaum Muslim lain yang sangat cukup untuk menghentikan agresi Israel selamanya.

No comment »

Wanita Suci

(Suara hati seorang ikhwan untuk seluruh wanita suci di dunia)

Wanita suci,
Mungkin aku memang tak romantis, tapi siapa peduli?
Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku.
Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun.
Bagiku, kau adalah makhluk yang terindah, tersempurna dan tertinggi.
Bagiku, dirimu salah satu dari semua itu, karenanya kau tak membutuhkan persamaan.

Wanita suci,
Jangan pernah biarkan aku menatapmu penuh, karena akan membuatku mengingatmu.
Berarti memenuhi kepalaku dengan menginginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku.
Mermbuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari.
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh lumpur.
Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.

Wanita suci,
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagai mimpi tak berujung.
Ada ingin tapi tak ada henti.
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu.
Meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh.
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku, karena suci-mu kau pertaruhkan .
Mungin kau tak peduli
Tapi kau hanya menjadi wanita biasa dihadapanku bila kau kalah.
Dan tak lebih dari wanita biasa.

Wanita suci,
Jangan pernah kau tatap aku penuh.
Bahkan kau tak perlu lirikkan matamu untuk melihatku.
Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang yang masih kotor.
Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutra emas.
Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari lumpur.
Kau memang suci, tapi masih sangat mugkin termanipulasi.
Karena toh kau hanya manusia…..
Hanya wanita…..

Wanita suci,
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang dengan sepeuh hati membawamu kehadapan Tuhanmu.
Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi.
Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah.
Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah hakmu, seperti dicontohkan Ibunda Khadijah.
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.

Wanita suci,
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas.
Relakanlah Allah ‘tuk pilihkan lelaki suci untukmu, mungkin sekarang atau nanti.
Bahkan mungkin tak ada sampai kau mati.
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki didunia fana saat ini.
Mungkin lelaki suci itu menantimu di istana kekalmu.
Yang kau bangun dengan segala kekhusyu’an tangis do’amu.

Wanita suci,
Pilihan Allah tak selalu indah inginmu, tapi itu pilihan-Nya.
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kau pilih.
Seperti kisah seorang wanita suci di masa lalu yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahan.
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi.
Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta dalam setiap denyut nadi kita.

No comment »

Kado Tercantik Sebelum Saat Itu!

Tak pernah kulihat sebelumnya, kado secantik ini. Entah dari mana datangnya, aku tak peduli, karena yang pasti kado itu akan menjadi milikku. Sungguh, aku tak bisa bercerita kepada kalian, perasaan yang menderu saat pertama kali ditawari untuk menerima kado tersebut. Seseorang dengan ikhlas sepenuh hati akan menyerah-kannya padaku, hari ini.

Melihat bungkusnya yang indah berwarna putih dengan motif bunga-bunga kecil merah jambu, tak salah penilaianku. Kado itu memang teramat cantik. Yang kutahu, tidak hanya hari ini ia berbungkus indah seperti itu, setiap hari, setiap waktu, selalu terbungkus rapi. Isinya? Jangan pernah tanyakan padaku karena aku –juga orang lain- tidak pernah tahu apa dan bagaimana rupa isinya. Jangankan tersentuh, terlihat pun tidak. Terutama oleh orang-orang yang memang terlarang melihatnya. Seistimewa apakah kado itu? Sehingga tak seorang pun pernah melihat kado cantik ini? Dan seistimewa apa diriku ini sehingga seseorang berkenan mempercaya-kannya padaku?

Terbayang dari bungkusnya, yang setiap saat selalu terlihat rapi dan terjaga dengan baik, yang tak tersentuh kecuali oleh yang berhak menyentuhnya. Aku yakin, isi dan rupa didalamnya jauh lebih cantik dan indah daripada bungkusnya. Aku mengerti, kalaulah kado itu mampu sedemikian cantiknya terjaga kulit luarnya, bagaimana lagi aku meragukannya tak senantiasa diperindah rupa dalamnya, juga inti terdalam dari semua isinya, yang sejujurnya, adalah hal terpenting dari semua kecantikan sesuatu. Maaf, aku tak bisa mengajak anda ikut membayangkan indah rupa isinya, dan kalaupun aku tahu anda mencoba melakukannya, sebaiknya anda berhadapan denganku. Kado tercantik itu milikku, akan kujaga ia dan takkan kubiarkan orang lain ikut menikmatinya walaupun hanya sekedar mem-bayangkan.

Ingin sekali kucari pita pembuka kado yang biasanya berwarna merah, agar segera kusingkap isinya. Tapi satu hal masih mengganjalku, masih tersisa beberapa saat agar aku benar - benar mendapatkan izin untuk membukanya. Tapi, harus kutunggu pemiliknya, yang menjaganya, dan merawatnya selama ini benar-benar menyerahkannya padaku dalam satu upacara sakral. Kenapa sedemikian sakral? Sesuatu yang cantik nan suci harus diserahkan dalam koridor keagungan yang juga suci, itu jawabnya. Tak apalah sebagai satu jalan untuk tetap menyucikan diriku, juga kado cantik itu, wajib kujalani upacara sakral itu.

Aku berjanji, setelah kuterima diharibaanku, kado tersebut akan kujaga, kurawat, kuperlakukan ia agar tetap menjadi kado tercantik, terindah, terbaik, terbagus selamanya. Sampai tak ada lagi yang membuatku harus melirik kado-kado diluar yang terkadang hanya bagus diluarnya saja.

Kutipan dari buku “Kenapa Harus Pacaran?!?!” karangan Rabi’ah Al-Adawiyah.

No comment »

I Will Survive ( Cake / Gloria Gaynor )

At first I was afraid
I was petrified
I kept thinking
I could never live without you by my side
But then I spent so many nights
thinking how you’d done me wrong
And I grew strong
I learned how to get alone
And so you’re back
From outer space
I just walked in to find you here
Without the look upon your face
I should have changed my f*ing lock
I would have made you leave your key
If I’d have known for just one second
You’d be back to bother me
Oh now go,
Walk out the door
Just turn around now
You’re not welcome anymore
Weren’t you the one who tried to break me with desire

Did you think I’d crumble

Did you think I’d lay down and die

Oh no, not I

I will survive

As long as I know how to love I know I’ll be alive

I’ve got all my life to live

I’ve got all my love to give

I will survive

I will survive

Yeah, yeah

It took all the strength I had

Just not to fall apart

I’m trying hard to mend the pieces

Of my broken heart

And I spent oh so many nights

Just feeling sorry for myself

I used to cry

But now I hold my head up high

And you see me

With somebody new

I’m not that stupid little person still in love with you

And so you thought you’d just drop by

And you expect me to be free

But now I’m saving all my loving

For someone who’s loving me

Oh now go,

Walk out the door

Just turn around now

You’re not welcome anymore

Weren’t you the one who tried to break me with desire

Did you think I’d crumble

Did you think I’d lay down and die

Oh no, not I

I will survive

As long as I know how to love I know I’ll be alive

I’ve got all my live to live

I’ve got all my love to give

I will survive

I will survive

Yeah, yeah

No comment »